Sejauh bisu tak menjadi kelu, seberapa pijakan tak pernah menghentikanmu melangkah. Aku menamaimu keadaan. Tempat ku berbaring dalam genggaman tangan yang masih kuat. Tak ada asa yang tercipta untuk diagung-agungkan. Apalagi sampai menghardiknya. Kukira kau akan menerima getah dari pohon yang sama sekali engkau tak harapkan keberadaannya. Kau menerima kelengketan dan hal-hal yang membuatmu bersandar di tempat yang sama. Getah-getah itu membuatmu tak menjadi apa-apa. Bahkan hingga saat tuamu datang. Kau menjelma kecewa yang tak ubahnya seperti engkau-engkau terdahulu. Kau membuat diriku iba atas semua kekecewaan dalam hidupmu yang kau tuangkan dalam uraian-uraian khasmu. Aku bersimpuh pada sebuah gunung tempatku mencari sisa dan jejak-jejak namamu yang hampir tak pernah ku bayangkan bentuknya. Tak pernah ku tahu asalnya. Aku hanya berharap pada setiap telaga yang mampu meneduhkanku dari kepenatan hidup. Di sisi-sisinya tumbuh pohon rindang yang tak pula pernah kau ketahui apakah meman...