Tak bisakah kau mengingat apa yang terjadi pada vespa-ku waktu itu Tentang ucapan-ucapan manis yang mendalam Kau membantu mendorongnya Sambil mengatakan aku akan menemanimu Aku pula yang akan mengantarmu sampai ke bengkel terdekat Tenang saja, sayang. Namun, tetiba kau berjalan dengan lambat dan semakin lambat Kau tak lagi sanggup menggapai jalan yang berat bersama vespa-ku Aku pun tak tega memberatkanmu agar terus mendorong kendaraanku ini Kendaraan yang mungkin banyak orang katakan telah usang Lalu, aku berjalan maju. Bukan untuk meninggalkanmu. Aku bergerak sesuai apa yang aku butuhkan. Bukan tentang apa saja yang kau inginkan. Sejak awal aku tak pernah memintamu untuk mendorong vespa-ku. Tetapi, kau yang memaksa masuk ke dalam duniaku. Menikmati harumku, atau mungkin paksaan-paksaan yang melebihi kemampuanmu. Sejak itu aku mengkhawatirkan keadaanmu Teramat khawatir. Sudah sampai mana kau mengingatnya? Jakarta, 5 Januari 2019