Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 13, 2017

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Memoar ke-2

Ku berkendara dalam hujan Pada namamu banyak orang sering perbincangkan tak sedikit yang terpukau Kau yang setiap orang melihat matamu Terdapat perasaan untuk ingin tahu Pada parasmu yang selalu mereka fikirkan Menjelma manusia yang begitu sempurna Dan aku bertanya pada setiap potongan tubuhku Manakah yang menjadi bagian dari tubuhmu? Yang mengoperasikan setiap geraknya pada sebuah engkau Karena aku teramat buruk dalam menerka Ku mulai menghentikan kendaraanku Sebab kaki yang tak bisa lagi berpijak Pada tuas pengendalinya Telah lesu Ketika matari menyongsong di atas kepalaku Melihat sebuah cintaku yang berjalan Berangsur pergi Mengikuti arah sinar terik itu Kau yang mencintai pusat cahayamu Dan aku yang mencintai bayanganmu Dalam keadaan yang begitu jelas Aku mencintaimu. Bekasi, 25 April 2015 R.H.S

Memoar ke-1

Aku yang bertahan dalam kosongmu Ketika dedaunan   mulai bergoyang Ranting-ranting mulai gemetar Dan batang tetap pada kekokohannya Akar yang masih membutuhkan tanah tempat memijak Aku yang bertahan dalam sunyimu Layaknya angin yang mengiba setiap hari Tanpa ada jeda dalam detik dan menit Menemani di siang dan malam Pada hujan dan kemarau Aku yang bertahan dalam kenanganmu Tanpa riak suara air terjun Tanpa aliran yang amat deras Aku tetap memilih untuk seperti ini Tetap tenang, gundah, nyeri. Aku yang bertahan dalam tawamu Perhiasan terindah yang aku lihat Adalah kebahagiaan tanpa syarat Tanpa ada yang menjadi lain Dari gurat senyummu itu Aku yang bertahan walau tak ada yang menahan Aku bimbang walau tak sedikitpun engkau bimbang Aku mengeja pada dirimu yang terlalu hafal Aku bertahan. Bertahan. Bekasi, 24 April 2015 R.H.S