Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 4, 2014

Benderang Cinta

Benderang Cinta Benderang di tengah kegelapan cinta Terpaku dalam langkah menghantu Membisik sukma biru yang menebas cahaya membatu Dinding kepahitan tetap menjadi tameng untuk menutupi bau bayang-bayang kasturi yang menyesakkan tenggorok meracuni jalan kenangan Bekasi, 19 April 2013 R.H.S

Angsa Putihku

Angsa Putihku Public Friends of friends Friends Only me Custom SMA Negeri 62 Family See all lists... Bekasi Area SMPN 9 Bekasi Teater ZAT sman 62 jaktim SMAN 62 Jakarta sman 62 jaktim SMA Negeri 62 Go Back Angsa putihku Sampai detik danau menggenang Ketika kepakan sayap membising deru Isyarat teratai menaruh pilu Pada gelombang yang menggetarkan semesta raya Angsa putihku Kau rebahkan bentang khatulistiwamu dari pelosok hingga benua mula jingga akhir gulita sambil mencerengkan pulau-pulau terluka Menerjang karang lapuk yang ditanami lumut-lumut penghasut Kau gigih kau luput Tak sampai menguraikan elok kerut : mestinya aku selalu mengingatkanmu Angsa putihku,kembali pada tabiat Pergi dari syafa'at Bekasi, 16 April 2013 R.H.S

Air Mata Kerontang

Air Mata Kerontang Debu itu berlari menuju terowongan lisan Tempat menggerus dan menumbuk waktu yang udara sekitar seakan mengharuskan Debu menjaring riak kerontang Langkahku semaking sayu di hamparan tanah tak bernama Dahaga duka senantiasa menghampiri Keringat memuncratkan air kesetiaan dari diriku dari nafasnya Kaktus menjejerkan duri-duri masa penghabisan Tajam mencolok mata orang buta Sakit yang tak sebenarnya menyakitkan Hati yang sebenarnya tersakiti Andai ku menemukan mata air Air mata akan kugadaikan Bekasi, 13 April 2013 R.H.S

Papan Catur

Papan Catur Memilih singgahan berwarna hitam. Prajurit maskapai pertontonkan tabiatnya. Kuda-kuda menyusul di tempat yang siku-siku. Bersiap menggelapkan mata batin. Dari sebuah peluncur pemberani. Putih. Menguak politik tentang wayang. Akhirnya menjadi kehitaman. Tidak menghilangkan setitik debu di tanah. Gugur dalam perang kemunafikan. Menteri-menteri pecundang. Ambil alih serobot kanan, kiri, serong. Entah apa lagi. Papan catur itu sistem. Telah teruji. Sebab dipakai menghancurkan lawan. Tanpa ampun. Bekasi, 8 April 2013 R.H.S