Langsung ke konten utama

Sebuah Jalan Tanpa Nama


" Meskipun Indonesia berduka diakhir tahun 2009,kita tetap harus menyambut Tahun baru ini dgn ceria,apa lg sudah pengen masuk sekolah nih. Banyak tgs yg menanti. He,.He,. "

Waktu itu, saat kami tak lagi mempunyai nyawa untuk membangun negeri sendiri, kami hanya mempunyai tekad menjadi lebih baik. Kami tidak pernah menyesali tentang apapun hal yang akan terjadi pada kami. Kami memiliki kekuatan tekad yang melebihi api yang dimilikimu. Kami mempunyai cara untuk membakar diri kami sendiri.

Catatan kecil ke-1

3 Januari 2010

R.H.S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Penantian

Penantian Menunggu namamu yang mungil segera menjemputku. Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan kemudian tiada. Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada sepenggal lantunan yang kau bawa mati.  Dahulu. Masih kukecup datar kulitmu yang langsat. Kencang. Membuatku tergoda. Pagi. Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu. R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan, sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu, yang mendorong huruf terpisah dari kata, meninggalkan jejak diantara larik dan bait. Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi, ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri. Kurasa kertas dengan motif batik, sangat cocok untukku. Begitupun dengan kotak suci lipatanmu. : kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu R.H.S