Langsung ke konten utama

Sebuah Resep Untukmu

Sebuah Resep Untukmu


Aku usung sebuah kapas yang melampaui kekuatannya.
Sebagai bahan yang bermanfaat bagi luka.
Penambal ceceran antara darah dan daging.
Sampai engkau pulih.

Aku cermati beberapa instrumen pengobatan untukmu.
Sambil kuracik ramuan yang membuatmu tidak merasa sakit.
Dan hari-harimu selanjutnya membentang.
Sampai kau lupa menoleh.

Aku luangkan waktu untuk menjawab sekelumit pertanyaan yang kau sukai dan kau hargai.
Yang aku pun hanya bisa menggerakkan leher dengan anggukan dan kepastian.
Karena kesembuhanmu adalah tujuan utamaku.
Sebab, sakit yang amat menyiksa itu masih terus menerus mampir padamu.

Aku siapkan diri siapa tahu obatku tidaklah manjur.
Setidaknya aku telah berulang kali masuk balai pelatihan pengobatan.
Di kota maupun di desa tempat tinggalku.
Meski, aku yakin bahwa hal itu bisa dinamakan angkuh.


R.H.S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Penantian

Penantian Menunggu namamu yang mungil segera menjemputku. Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan kemudian tiada. Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada sepenggal lantunan yang kau bawa mati.  Dahulu. Masih kukecup datar kulitmu yang langsat. Kencang. Membuatku tergoda. Pagi. Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu. R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan, sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu, yang mendorong huruf terpisah dari kata, meninggalkan jejak diantara larik dan bait. Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi, ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri. Kurasa kertas dengan motif batik, sangat cocok untukku. Begitupun dengan kotak suci lipatanmu. : kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu R.H.S