Langsung ke konten utama

Sekadar Salam

Sekadar Salam

Salam sapa kepada bapak-bapak yang mengerti tentang naiknya elpiji,
yang saling lempar bola
lempar tanggung jawab.

Salam sapa kepada ibu-ibu yang tak bisa berhenti berkicau tentang naiknya elpiji,
yang menghabiskan koceknya
sehingga mereka geram

Salam sapa kepada pemuda yang bahkan baru tahu tentang naiknya elpiji,
mereka tenggelam di dunia tawa
tempat singgah tayangan tak bernyawa

Salam sapa kepada para kreator politik yang pedas kata-katanya,
tenang saja,
percuma saja kau emosi.
Toh, tak didengar juga.

Mungkin, hanya dicatat dan diselipkan ke kantung celana.


R.H.S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Penantian

Penantian Menunggu namamu yang mungil segera menjemputku. Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan kemudian tiada. Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada sepenggal lantunan yang kau bawa mati.  Dahulu. Masih kukecup datar kulitmu yang langsat. Kencang. Membuatku tergoda. Pagi. Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu. R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan, sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu, yang mendorong huruf terpisah dari kata, meninggalkan jejak diantara larik dan bait. Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi, ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri. Kurasa kertas dengan motif batik, sangat cocok untukku. Begitupun dengan kotak suci lipatanmu. : kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu R.H.S