Langsung ke konten utama

Aku Tak Memahami Ilalang

Aku Tak Memahami Ilalang


: Aku yang tak memahami ilalang,
atau ilalang yang tak memahamiku

Sedari dulu aku mencari
aku tak memahami ilalang,
jika hanya dipandang
tidak untuk dirasakan

Sampai aku tertatih
aku tak memahami ilalang,
jika hanya disayang
bukan di hati

Sejauh aku menyambut
aku tak memahami ilalang
tentang arti melupakan
dan menjauh pergi

Ilalang yang memahamiku,
tentang sebuah cinta kepada tubuh
yang dipilih
untuk disakiti

Dan ilalang yang memahamiku,
tentang meneruskan hidup
untuk bernyanyi
agar menyentuh langit negeri

R.H.S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Penantian

Penantian Menunggu namamu yang mungil segera menjemputku. Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan kemudian tiada. Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada sepenggal lantunan yang kau bawa mati.  Dahulu. Masih kukecup datar kulitmu yang langsat. Kencang. Membuatku tergoda. Pagi. Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu. R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan, sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu, yang mendorong huruf terpisah dari kata, meninggalkan jejak diantara larik dan bait. Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi, ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri. Kurasa kertas dengan motif batik, sangat cocok untukku. Begitupun dengan kotak suci lipatanmu. : kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu R.H.S