Langsung ke konten utama

Memoar ke-1




Aku yang bertahan dalam kosongmu

Ketika dedaunan  mulai bergoyang
Ranting-ranting mulai gemetar
Dan batang tetap pada kekokohannya
Akar yang masih membutuhkan tanah tempat memijak

Aku yang bertahan dalam sunyimu

Layaknya angin yang mengiba setiap hari
Tanpa ada jeda dalam detik dan menit
Menemani di siang dan malam
Pada hujan dan kemarau

Aku yang bertahan dalam kenanganmu

Tanpa riak suara air terjun
Tanpa aliran yang amat deras
Aku tetap memilih untuk seperti ini
Tetap tenang, gundah, nyeri.

Aku yang bertahan dalam tawamu

Perhiasan terindah yang aku lihat
Adalah kebahagiaan tanpa syarat
Tanpa ada yang menjadi lain
Dari gurat senyummu itu


Aku yang bertahan walau tak ada yang menahan
Aku bimbang walau tak sedikitpun engkau bimbang
Aku mengeja pada dirimu yang terlalu hafal
Aku bertahan. Bertahan.

Bekasi, 24 April 2015

R.H.S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Penantian

Penantian Menunggu namamu yang mungil segera menjemputku. Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan kemudian tiada. Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada sepenggal lantunan yang kau bawa mati.  Dahulu. Masih kukecup datar kulitmu yang langsat. Kencang. Membuatku tergoda. Pagi. Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu. R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan, sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu, yang mendorong huruf terpisah dari kata, meninggalkan jejak diantara larik dan bait. Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi, ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri. Kurasa kertas dengan motif batik, sangat cocok untukku. Begitupun dengan kotak suci lipatanmu. : kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu R.H.S