Langsung ke konten utama

Kacamata, Lampu dan Skocpol

Kacamata, Lampu dan Skocpol

Setelan jas dan dasi Masih menjelma Buku merah pedas Susunan tesis dalam sistematika Skocpol Revolusi nampaknya sebuah ide gila Setidaknya bagi penyair China, Rusia dan Perancis Rezim-rezim lama telah mengalami krisis Pemberontakan demi pemberontakan Parlemen oh parlemen Bagaimana menurutmu dengan "Armies and the Art of Revolution" ? Chorley, praindustri dan perwira militer Lalu, apa yang terjadi pada Cina di zaman Manchu? Kaisar Celestial yang terjatuh dengan sistemnya sendiri Lensa kacamatamu menjadi saksi Bencana di Crimean dan Reformasi-reformasi dari Atas Zemstvo dan Municipal Dumas Revolusi membangun peradaban, tuan Politik, pegangan masa modern Kacamatamu telah pudar nona? Sejak Kornilov mengkudeta Soviet Lalu apa yang kamu harapkan dari sekadar mengeja fakta? Lampu-lampu makin pudar, tuan Setelah kontrol negara terhadap ekonomi semakin kacau Apalagi muncul Revolusi dari atas Gaya Stalinis Skocpol masih belum tertarik dengan negara bentukan Hindia Belanda Ia masih menggunakan kacamata dan lampu-lampu Revolusi, kata seorang tuan lagi.

R.H.S


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Penantian

Penantian Menunggu namamu yang mungil segera menjemputku. Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan kemudian tiada. Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada sepenggal lantunan yang kau bawa mati.  Dahulu. Masih kukecup datar kulitmu yang langsat. Kencang. Membuatku tergoda. Pagi. Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu. R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan, sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu, yang mendorong huruf terpisah dari kata, meninggalkan jejak diantara larik dan bait. Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi, ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri. Kurasa kertas dengan motif batik, sangat cocok untukku. Begitupun dengan kotak suci lipatanmu. : kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu R.H.S