Langsung ke konten utama

Apa Ini Momen Terindah?


Apakah bertemu denganmu disebut sebuah momen termanis kita?
Apabila tertawamu saja sudah direncanakan
Pertukaran cerita selama seminggu lalu pun hanya transaksional
Pulang ke rumah masing-masing seperti robot tak berperasaan
dengan lupa yang semakin kronis
Lalu, bagaimana bisa hal itu disebut momen terindah kita?
Apabila saat turun kendaraan kamu memasang wajah lugu
dan langsung berjalan terburu-buru
Seakan ada yang sedang menunggu
Melebihi pertemuanmu denganku
Pengorbanan dan perjuangan itu hal yang mudah dikatakan, sulit dilakukan. 
Mudah dinilai, minim penghargaan.

Jakarta, 28 Desember 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Penantian

Penantian Menunggu namamu yang mungil segera menjemputku. Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan kemudian tiada. Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada sepenggal lantunan yang kau bawa mati.  Dahulu. Masih kukecup datar kulitmu yang langsat. Kencang. Membuatku tergoda. Pagi. Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu. R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan, sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu, yang mendorong huruf terpisah dari kata, meninggalkan jejak diantara larik dan bait. Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi, ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri. Kurasa kertas dengan motif batik, sangat cocok untukku. Begitupun dengan kotak suci lipatanmu. : kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu R.H.S