Langsung ke konten utama

Kau yang Membantu Mendorongnya


Tak bisakah kau mengingat apa yang terjadi pada vespa-ku waktu itu
Tentang ucapan-ucapan manis yang mendalam
Kau membantu mendorongnya
Sambil mengatakan aku akan menemanimu
Aku pula yang akan mengantarmu sampai ke bengkel terdekat
Tenang saja, sayang.
Namun, tetiba kau berjalan dengan lambat dan semakin lambat
Kau tak lagi sanggup menggapai jalan yang berat bersama vespa-ku
Aku pun tak tega memberatkanmu agar terus mendorong kendaraanku ini
Kendaraan yang mungkin banyak orang katakan telah usang
Lalu, aku berjalan maju. Bukan untuk meninggalkanmu.
Aku bergerak sesuai apa yang aku butuhkan. 
Bukan tentang apa saja yang kau inginkan.
Sejak awal aku tak pernah memintamu untuk mendorong vespa-ku.
Tetapi, kau yang memaksa masuk ke dalam duniaku.
Menikmati harumku, atau mungkin paksaan-paksaan yang melebihi kemampuanmu.
Sejak itu aku mengkhawatirkan keadaanmu 
Teramat khawatir.
Sudah sampai mana kau mengingatnya?

Jakarta, 5 Januari 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-3

: pasti berlalu Kau adalah yang pertama membuatku jatuh Dalam dekapan yang amat erat Sewaktu itu. Dan kau adalah yang pertama membuatku gemetar Dalam dinginnya malam Sekujur tubuhku kaku. Bekasi, 26 April 2015 R.H.S

Penantian

Penantian Menunggu namamu yang mungil segera menjemputku. Ketika sebuah akibat muncul dikarenakan kau ada dan kemudian tiada. Hari esok dengan gamblangnya menganugerahkanku pada sepenggal lantunan yang kau bawa mati.  Dahulu. Masih kukecup datar kulitmu yang langsat. Kencang. Membuatku tergoda. Pagi. Dengan izin semesta, aku akan selalu menunggumu. R.H.S

Kedua Tangan

Tanganku menelungkup di dada yang selalu saja mengiba untuk diperhatikan, sampai akhirnya aku dan kamu saling menghapus jarak dari pertemuan singkat itu, yang mendorong huruf terpisah dari kata, meninggalkan jejak diantara larik dan bait. Aku pun menerima sebuah kotak suci dari perbendaharaan kata Ilahi, ditulis singkat dengan tema buatanmu sendiri. Kurasa kertas dengan motif batik, sangat cocok untukku. Begitupun dengan kotak suci lipatanmu. : kuberikan dua telapak tangan yang terus melambai ke arahmu R.H.S