Langsung ke konten utama

Review Ruangguru: Belajar Matematika Lebih Seru dengan Ruangbelajar



Suatu sore di dekat taman. Aku bertemu dengan beberapa anak kecil yang sedang bermain sepeda dan sepatu roda. Mereka tampak bahagia dan juga sumringah. Apalagi taman di dekat rumahku ini sangat rindang. Anak-anak pun sangat betah dan berlama-lama bermain disana.

Tak selang beberapa lama, teman-temanku datang. Mereka menggunakan perlengkapan lari yang cukup lengkap. Mulai dari kaus, celana hingga sepatunya. Memang ini kali pertama kita lari bareng. Namun, kemunkgkinan ke depannya akan menjadi rutinitas kita setiap pekan memang melaksanakan lari. Kenapa sore? Karena jikalau pagi masih ada teman yang ke kantor atau mengajar di sekolah. Jadi kita putuskan sore. Dan biasanya di hari sabtu. Sebab, hari minggu harinya bersama keluarga. (Menurutku saja sihh,. Hehe)

Di antara teman-temanku, aku sering mengobrol bersama Clara. Sebab, kita sama-sama anak pertama. Anak pertama pasti memiliki beban tanggungan yang hampir mirip. Biasanya anak pertama juga menjadi panutan untuk adik-adiknya. Walaupun bedanya aku laki-laki dan Clara wanita. Tetapi, beberapa tuntutan keluarga hampir sama.

Lalu, kita semua memulai lari bersama sore itu. Aku berlari di sebelah kanan Clara. Sejajar juga dengan yang lainnya.

“Clara hari ini sepatunya baru ya?” Tanyaku sambil membuka obrolan dengannya.

“ Iya Fiq. Kemarin beli dengan adikku. “ Clara menjawab pertanyaanku.

“ Adik kamu yang SMP atau SMA? Udah lama kayanya kamu ga cerita tentang adik kamu.” Tanyaku lagi menimpali pernyataannya.

“ Kalau yang SMA kan laki-laki ya. Dia mah udah gamau aku ajak belanja-belanja gitu. Aku jadinya ajak adik aku yang SMP. Selain dia wanita, dia juga peduli dengan penampilannya. Jadi lebih klop aja gitu. Dia juga udah kelas 8. Tahun depan sudah mulai UN aja.”

 “ Wah, dulu seinget aku adik kamu masih kecil ya, Clara. Masih SD kalau ga salah,. Waktu berjalan begitu cepat. Hehehe “

“ Sangat cepat sekali Fiq.  Tidak terasa juga aku sudah lulus kuliah dan membantu biaya adik-adikku ini. Karena tahun depan yang paling kecil juga sudah mau UN. Berarti aku harus membiayainya bimbel dan ikut TO gitu kan ya. Adik aku juga punya masalah di mata pelajaran Matematika nih Fiq.”

“Sudah dapet bimbel yang pas? ”

“ Belum dapet. Dia ga suka cara belajar yang di kelas dan konvensional gitu. Katanya ga efektif belajarnya. Dia maunya yang private gitu. Tetapi kan biayanya lebih mahal kan ya? Mikir-mikir juga aku.”





“ Clara, kalo begitu, kamu coba fitur ruangbelajar dari aplikasi ruangguru deh. Biayanya terjangkau kok. Terus gaya belajarnya ga hanya dua arah, guru ke murid aja. Pastinya belajar Matematika jadi lebih menarik deh. Bisa berbentuk animasi, video belajar dan banyak lagi, alhasil tidak membuat adikmu bosen apalagi stres dengan yang namanya belajar. Video belajarnya juga bisa diputar berulang-ulang. Jika adik kamu berlangganan, ada juga fitur misi yang buat adik kamu makin excited deh dalam mengembangkan penalarannya dan berpikir. Apalagi untuk soal-soal sulit macam Matematika, Fisika atau pun Kimia.”

“ Oh yang bintangnya si Iqbal ya? Kamu pernah Fiq cobain aplikasi itu? Gimana sih maksudnya?

“ Iya bintangnya si iqbal itu. Adik aku dari kelas 7 SMP juga agak keteteran sama mata pelajaran Matematika. Setelah aku cari-cari info, ruangbelajar emang yang paling pas. Utamanya video belajar-nya sih, bermanfaat banget buat adik aku. Bentar aku jelasin. Kita duduk di bangku itu dulu yuk. Sambil istirahat.”



Kemudian aku mulai membuka smartphone yang di dalamnya berisi aplikasi ruangguru. Lalu aku menjelaskan secara umum tentang fitur ruangbelajar tersebut beserta langkah-langkahnya.

“ Aku tunjukkin ya caranya ke kamu nih, Clara.”

1) Unduh dan Buka aplikasi Ruangguru yang ada di appstore maupun playstore,

2) Kamu isi dulu data diri adik kamu atau data diri kamu,

3) Klik menu pembelian yang paling kamu minati,

4) Pilih kelas yang sesuai dengan adik kamu (Kelas 7,8,9),

5) Pilih paket berlangganan sesuai kebutuhan adikmu (Paket 2 tahun plus kelas 7,8,9),



6) Masukkan kode diskon (TEMANBELAJAR)



7) Pilih metode bayar yang kamu miliki,



8) Lakukan pembayaran sesuai dengan invoice pembayaran (nominal transfer harus sama)

9) Unggah bukti bayar di aplikasi Ruangguru

10) Terakhir, jangan lupa simpan bukti bayarnya yaaaa Clara....

Setelah lari, Clara pun menemuiku lagi untuk menanyakan registrasi dan lain-lainnya. Aku sangat senang bisa membantu Clara. Selain, praktis dan kekinian. Biaya bimbel online Ruangbelajar tidak semahal di bimbel konvensional. Jadi, hal itu juga yang membuat Clara jadi lebih tertarik dengan ruangguru. Setidaknya itu yang dia katakan kepadaku. Atau mungkin ada alasan lain. Semisal menjaga adiknya tidak terlalu sering di luar rumah. Aku tidak menanyakan lebih jauh sih. Yang niatku untuk membantu meringankan bebannya telah berhasil.

Semoga artikel ini bermanfaat yaa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memoar ke-2

Ku berkendara dalam hujan Pada namamu banyak orang sering perbincangkan tak sedikit yang terpukau Kau yang setiap orang melihat matamu Terdapat perasaan untuk ingin tahu Pada parasmu yang selalu mereka fikirkan Menjelma manusia yang begitu sempurna Dan aku bertanya pada setiap potongan tubuhku Manakah yang menjadi bagian dari tubuhmu? Yang mengoperasikan setiap geraknya pada sebuah engkau Karena aku teramat buruk dalam menerka Ku mulai menghentikan kendaraanku Sebab kaki yang tak bisa lagi berpijak Pada tuas pengendalinya Telah lesu Ketika matari menyongsong di atas kepalaku Melihat sebuah cintaku yang berjalan Berangsur pergi Mengikuti arah sinar terik itu Kau yang mencintai pusat cahayamu Dan aku yang mencintai bayanganmu Dalam keadaan yang begitu jelas Aku mencintaimu. Bekasi, 25 April 2015 R.H.S

Review Ruangbelajar: Bimbel Online yang Menyediakan Materi Geografi Menarik

Awalnya di jurusan IPS, mata pelajaran yang paling aku tidak sukai adalah Geografi. Pelajaran yang membuat kepalaku mumet. Karena aku kurang menyukai beberapa materi seputar kondisi geografis, unsur tanah, wilayah dan lain-lain. Terlalu banyak hafalan yang membuat aku menjadi tidak tertarik dan enggan mempelajarinya. Hingga suatu ketika aku terbantu dengan pelajaran tersebut. Utamanya dalam hal menghafal wilayah suatu daerah sampai kondisi geografisnya. Aku jadi mengetahui fungsi peta dan bagaimana membedakan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Aku yang bekerja di dunia penulisan, akhirnya juga memahami betapa pentingnya mempelajari geografi dan serius dengan tekun membuka kembali lembar pelajaran yang dahulu pernah aku sia-siakan. Namun, kenyataannya aku menemukan adik yang paling aku cintai pun kurang memahami dan tertarik dengan mata pelajaran ini. Ia telah duduk di bangku SMP kelas 9. Aku menjadi cemas ketika adikku juga kurang memahami mata pelajaran tersebut. ...