Sebuah Memo
Kelereng-kelereng adikku,
masih tersusun rapi di dalam kaleng susu bekas.
Ku teringat pada sebuah memo yang diberikannya padaku.
"Ayah pergi dengan mata tertutup. Aku pun akan pergi dengan mata tertutup. Sempatkanlah menyiapkan matamu dahulu. Sebelum kau pergi dan tak akan kembali.
Susunlah layaknya kelereng-kelerengku. Meski bertempat gelap dan sempit. Akan bertahan sampai tenggat waktu yang lama."
Terakhir kali ku mengingatnya,
ku meneteskan air mata.
Kehilanganku.
Susunan yang tidak teratur.
masih tersusun rapi di dalam kaleng susu bekas.
Ku teringat pada sebuah memo yang diberikannya padaku.
"Ayah pergi dengan mata tertutup. Aku pun akan pergi dengan mata tertutup. Sempatkanlah menyiapkan matamu dahulu. Sebelum kau pergi dan tak akan kembali.
Susunlah layaknya kelereng-kelerengku. Meski bertempat gelap dan sempit. Akan bertahan sampai tenggat waktu yang lama."
Terakhir kali ku mengingatnya,
ku meneteskan air mata.
Kehilanganku.
Susunan yang tidak teratur.
R.H.S
Komentar
Posting Komentar