Sajak IX
Aku cemburu kepadanya,
Sebab dia mampu meredakan amarahmu.
Aku cemburu: hujan
Saat hujan menyentuh tubuhmu.
Hingga basah dan terkulai.
Waktu itu.
Tetapi, aku tetap rindu: hujan.
Ketika itu kemarahan hujan sedang
menjadi-jadi.
Lalu, aku dan dirimu bersama.
Dekat trotoar.
Memadu kasih, dalam lindungan atap rumah
yang sedikit.
: tetap basah
Kami berlinangan air: kuyup
Namun, kami terus saja memandang.
Seakan raga kami menyatu.
Cinta.
Karena hujan.
R.H.S
Komentar
Posting Komentar