Langsung ke konten utama

Mengingat Kenangan 1 Tahun Lalu Bersama Ruangguru




Seminggu yang lalu, aku bersama temanku mampir di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI. Aku sengaja mampir disana, karena temanku memiliki sahabat berada di fakultas tersebut. Sedangkan aku dan temanku ini Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UI. Aku jurusan ilmu politik dan temanku jurusan ilmu administrasi. Kami memang sahabat waktu SMA. Jadi, ketika kita berdua dipertemukan dalam satu kampus, aku merasa ada teman disana selain teman satu jurusanku tentunya. Sebetulnya kami memang jarang ke FKM. Selain agak jauh, kami juga tidak memiliki alasan kesana. Ya. Selain bertemu dengan temannya temanku. (wah ribet yaaaa.. hehehe)  

Saat itu, kebetulan sekali aku dan temanku sedang mengurus administrasi di rektorat. Di perjalanan kita mengobrol banyak sekali tentang perjuangan-perjuangan kita sampai akhirnya masuk di universitas ini. Aku sendiri tidak terlalu yakin awalnya bisa masuk ke universitas favorit ini. Hal itu disebabkan persiapanku yang kurang matang di awal 2018 lalu. Berbeda dengan temanku Firdaus ini. Dia yang juga juara kelas berturut-turut di kelasku dengan mudah masuk ke universitas ini dengan jalur undangan SNMPTN. Firda lebih dulu masuk tanpa perlu mengikuti serangkaian tes yang melelahkan seperti aku. Karena nilai rapotnya yang sangat memuaskan dan juga karena ya memang dia sangat beruntung kala itu.

Perjuangan itu tidak ada yang sia-sia


Mengingat-ingat SBMPTN tahun lalu, aku jadi ingat betul betapa aku berjuang mati-matian untuk masuk kuliah dengan dibantu beberapa faktor. Yang paling penting itu doa dan usaha. Usaha tanpa doa sangatlah percuma, begitupun doa tanpa usaha akan sia-sia. Aku diberi motivasi oleh keluarga dan teman-temanku yang sudah dulu masuk PTN. Aku menjadi sangat tertantang dan sekaligus khawatir. Apakah aku bisa??? Apakah aku pantas masuk PTN? Meskipun sebetulnya PTN atau PTS sama saja, tergantung kualitas manusianya. Tapi, setidaknya kalau masuk PTN itu tradisi di keluargaku. Minimal jikalau aku masuk PTN bisa buat keluargaku tersenyum....

Mengunduh Aplikasi Ruangguru adalah jalan yang benar untukku

Dari sekian banyak cara yang direkomendasikan keluarga dan teman-temanku. Aku tertarik pada cara belajar yang berbasis virtual karena jujur kalau bimbel biasa hanya sedikit yang masuk dalam ingatan aku. Intinya cara belajar bimbel biasa ga pas sama aku. Akhirnya setelah aku pilah pilah aku tertarik dan langsung ingin mencoba aplikasi Ruangguru di dalam smartphone-ku. Untuk mencoba bagaimana sensasinya merasakan bimbel online, video belajar, video belajar animasi, kisi-kisi soal dan banyak lagi hanya lewat smartphone. Tetapi, karena aku masih belum yakin, jadinya waktu itu aku coba paket yang GRATISSS.

Konten materi pelajaran yang gratis bisa kamu dapatkan!!

Daaaann.... Kebetulan juga ada produk baru yang baru diluncurkan sekitar September 2017 dan diperuntukkan untuk menghimpun konten pelajaran mulai dari kelas 1 SD sampai siswa yang mau menempuh SBMPTN. Nama fiturnya itu Ruangbelajar. Saat aku menggunakannya,ternyata ada beberapa temenku juga yang menggunakannya dan berpikiran sama denganku. Alasannya sederhana saja, kebutuhan akan ilmu pengetahuan dan pembelajaran di generasi seperti aku (kata orang penuh dengan kemajuan teknologi) yaitu bentuk belajar yang praktis dan tidak merepotkan. Kalau bisa ya di rumah saja duduk manis. Orang tuaku juga setuju dengan metode belajar online seperti itu. Mereka jadi mudah mengawasi aku belajar. Soal-soal yang disediakan di versi GRATIS aja udah banyak dan berkualitas. Setelah itu, aku makin tertarik tuh mau berlangganan...

Ruangbelajar membantuku kuliah dan masuk di PTN Favorit

Nah, Ini yang mau pernah aku coba dan aku akan rekomendasikan ke adikku

Waktu itu aku mengambil paket yang fokus pada SBMPTN. Dan sekarang aku juga menyuruh adikku untuk mengunduh aplikasi itu. Adikku masih kelas 8 SMP. Tapi, tetap harus dipersiapkan untuk UN dan perjalanan selanjutnya ke SMA. Dan aku merekomendasikannya untuk berlangganan paket 2 Tahun Plus Kelas 7-8-9 yang berlaku hingga 30 Juni 2021. Di dalamnya tersedia semua mata pelajaran SMP lengkap dengan soal dan pembahasnnya. Kurikulumnya juga sekarang bisa dipilih sesuai yang digunakan sekolah atau aturan nasional yang berlaku.

Menurutku cukup murah dengan bermacam fasilitas yang diberikan.

Sekarang ada Diskon 40 % dan ditambah metode pembayaran yang beragam.. Makin Kece aja sekarang!!!

Menurutku, biaya produk ruangbelajar di ruangguru ini masuk diakal dan cenderung lebih murah dibanding kita ikut bimbel-bimbel konvensional. Apalagi saat aku cari tahu, ada diskon 40 % dengan kode referral “TEMANBELAJAR”. Paket komplit banget emang kalo menurutku. Semuanya tersedia dan praktis dapat digunakan hanya dengan gengaman jari kita. Ya. Lewat gadget kita masing-masing. Metode pembayarannya juga cukup mudah ada berbagai pilihan pembayaran, bisa lewat fintech (Gopay), Bank (BRI, BCA, BNI dan Mandiri) atau lewat supermarket terdekat rumah. Pokoknya praktis banget sih menurut aku.


Akhirnya aku dengan Firdaus sampai di FKM. Kami mengobrol beberapa menit dan kembali ke FISIP untuk melanjutkan mata kuliah sore di jam terakhir. Pertemuan aku dengan Firdaus dan temannya membuat aku bersyukur karena berkat usaha dan tekad diri yang kuat dibantu dengan aplikasi Ruangbelajar milik ruangguru dan tentunya doa yang tak henti-hentinya dari keluarga. Aku harus membuktikan kepada semuanya bahwa aku mampu SUKSES di kemudian hari.


Sekali lagi, terimakasih ya ruangguru atas bantuannya!


Semoga artikel ini bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Ruangguru: Belajar Matematika Lebih Seru dengan Ruangbelajar

Suatu sore di dekat taman. Aku bertemu dengan beberapa anak kecil yang sedang bermain sepeda dan sepatu roda. Mereka tampak bahagia dan juga sumringah. Apalagi taman di dekat rumahku ini sangat rindang. Anak-anak pun sangat betah dan berlama-lama bermain disana. Tak selang beberapa lama, teman-temanku datang. Mereka menggunakan perlengkapan lari yang cukup lengkap. Mulai dari kaus, celana hingga sepatunya. Memang ini kali pertama kita lari bareng. Namun, kemunkgkinan ke depannya akan menjadi rutinitas kita setiap pekan memang melaksanakan lari. Kenapa sore? Karena jikalau pagi masih ada teman yang ke kantor atau mengajar di sekolah. Jadi kita putuskan sore. Dan biasanya di hari sabtu. Sebab, hari minggu harinya bersama keluarga. (Menurutku saja sihh,. Hehe) Di antara teman-temanku, aku sering mengobrol bersama Clara. Sebab, kita sama-sama anak pertama. Anak pertama pasti memiliki beban tanggungan yang hampir mirip. Biasanya anak pertama juga menjadi panutan untuk adik-a...

Memoar ke-2

Ku berkendara dalam hujan Pada namamu banyak orang sering perbincangkan tak sedikit yang terpukau Kau yang setiap orang melihat matamu Terdapat perasaan untuk ingin tahu Pada parasmu yang selalu mereka fikirkan Menjelma manusia yang begitu sempurna Dan aku bertanya pada setiap potongan tubuhku Manakah yang menjadi bagian dari tubuhmu? Yang mengoperasikan setiap geraknya pada sebuah engkau Karena aku teramat buruk dalam menerka Ku mulai menghentikan kendaraanku Sebab kaki yang tak bisa lagi berpijak Pada tuas pengendalinya Telah lesu Ketika matari menyongsong di atas kepalaku Melihat sebuah cintaku yang berjalan Berangsur pergi Mengikuti arah sinar terik itu Kau yang mencintai pusat cahayamu Dan aku yang mencintai bayanganmu Dalam keadaan yang begitu jelas Aku mencintaimu. Bekasi, 25 April 2015 R.H.S

Review Ruangbelajar: Bimbel Online yang Menyediakan Materi Geografi Menarik

Awalnya di jurusan IPS, mata pelajaran yang paling aku tidak sukai adalah Geografi. Pelajaran yang membuat kepalaku mumet. Karena aku kurang menyukai beberapa materi seputar kondisi geografis, unsur tanah, wilayah dan lain-lain. Terlalu banyak hafalan yang membuat aku menjadi tidak tertarik dan enggan mempelajarinya. Hingga suatu ketika aku terbantu dengan pelajaran tersebut. Utamanya dalam hal menghafal wilayah suatu daerah sampai kondisi geografisnya. Aku jadi mengetahui fungsi peta dan bagaimana membedakan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Aku yang bekerja di dunia penulisan, akhirnya juga memahami betapa pentingnya mempelajari geografi dan serius dengan tekun membuka kembali lembar pelajaran yang dahulu pernah aku sia-siakan. Namun, kenyataannya aku menemukan adik yang paling aku cintai pun kurang memahami dan tertarik dengan mata pelajaran ini. Ia telah duduk di bangku SMP kelas 9. Aku menjadi cemas ketika adikku juga kurang memahami mata pelajaran tersebut. ...